TPA HIDAYAH AL MA’RUF NONTON BARENG FILM “LASKAR PELANGI”   Leave a comment

para santri sedang nonton laskar pelangi

para santri sedang nonton laskar pelangi

Sesungguhnya iman itu ada enam perkara
Pertama mengimankan pada Allah Yang Kuasa
Kedua malaikat, ketiga kitab-kitab
Keempat para rasul, kelima hari kiamat
Keenam mengimankan takdir baik dan buruk
Itu semua dari Allah

Joyonegaran- Terdengar suara alunan lagu dari dalam sebuah kelas. Tampak anak-anak dengan wajah gembira bertepuk-tepuk tangan dan menyanyikan bait-bait lagu di atas, lagu tentang rukun iman. Demikianlah suasana yang tergambar di TPA Hidayah Al Ma’ruf, Joyonegaran. Tetapi cerita tersebut bukanlah cerita tentang santri-santri di TPA tersebut. Melainkan cerita yang ada pada film ‘Laskar Pelangi’. Ya, karena pada hari Sabtu (2/5) TPA Hidayah Al Ma’ruf mengadakan nonton bareng film ‘Laskar Pelangi’ untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Sekitar tiga puluhan santri tampak antusias melihat akting dari para aktor film papan atas Indonesia dan aktor-aktor cilik asli dari Belitung –tempat kejadian dalam film tersebut-. Nampak pula beberapa remaja masjid ikut menyaksikan. Acara nonton bareng tersebut dimulai setelah sholat isya’ berjamaah dan selesai pukul 21.30 WIB.
Film ‘Laskar Pelangi’ bercerita tentang sepuluh sahabat yang bersekolah di sebuah sekolah yang sangat memperihatinkan tempatnya karena bangunannnya hampir roboh. Sekolah tersebut hanya terdiri dari beberapa ruang kelas saja. Bila musim panas anak-anak yang belajar di dalam kelas terkena sengatan matahari yang masuk dari celah-celah atap. Bila musim hujan maka air hujan meluncur dari celah atap dan menggenangi ruang kelas. Ditambah lagi jika sore dan malam hari sekolah tersebut dipakai sebagai kandang kambing. Namun, walaupun keadaan mereka sangat memprihatinkan anak-anak tersebut sangat haus akan ilmu. Contohnya Lintang, seorang anak nelayan yatim yang genius yang harus bersepeda berpuluh kilometer dari rumahnya di pinggir pantai hanya untuk dapat bersekolah. Atau Mahar, seorang seniman cilik yang kreatif dan Ikal, tokoh utama dalam film tersebut.
Kegiatan nonton bareng tersebut diharapkan dapat menularkan kisah inspiratif seperti yang diceritakan dalam film. Seperti yang disampaikan oleh Kak Seto, ketua Komnas Perlindungan Anak bahwa ‘pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekedar member instruksi dan komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang di masa depan’. Kobarkan semangat untuk dapat menempuh pendidikan walaupun kesulitan selalu menghadang

Posted Juli 27, 2009 by badkomergangsan in tpa news

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: