Menjadi Ustadz-ustdzah Idaman   Leave a comment

Menjadi Ustadz-ustadzah Idaman

Banyak kenyataan yang terjadi di TPA adalah santri lancar membaca Al Qur’an, tapi malas untuk bertadarus, menghafal dan mengkajinya, santri hafal do’a-do’a harian, tapi malas untuk mengamalkannya dan santri mengerti syarat dan rukun shalat, tapi tidak pernah mengerjakannya. Hal tersebut dapat terjadi karena anak-anak/santri sudah rajin datang ke TPA, tapi ustadznya belum hadir alias datangnya terlambat dengan berbagai alasannya, ustadznya sudah berusaha datang lebih awal, tapi anak-anak/santri-nya belum kelihatan karena asyik dengan kegiatan bermainnya dan orangtua/wali santri lupa, malas atau lupa mengingatkan anaknya untuk masuk ke TPA. Sehingga terjadi sikap saling menyalahkan. Ustadz menyalahkan orangtua karena tidak ada perhatian dari mereka, terhadap anaknya, santri menyalahkan ustadznya karena sering tidak masuk, telatan dan galak, dan orangtua menyalahkan anaknya karena tidak mau masuk TPA.

Perlu dicari sebuah solusi yaitu perlu diadakan pembinaan secara kontinyu untuk para ustadz karena baik buruknya TPA, maju mundurnya TPA tergantung pada ustadz/dzah. Maka untuk  itu  seorang ustadz harus mampu menguasai materi, mengelola santri dan memiliki manajemen TPA yang baik.

Menjadi ustadz yang baik harus:

Memiliki kepribadian,

Memiliki pengetahuan dan pemahaman profesi kependidikan,

Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang bidang spesialisasi,

Memiliki kemampuan dan ketrampilan profesi.

Menguasai materi pembelajaran

Memiliki penguasaan tentang teori dan ketrampilan mengajar

Memiliki pengetahuan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan santri

Pemahaman tentang bagaimana santri belajar

Menguasai materi pembelajaran

Dari segi adminstrasi seperti membuat persiapan mengajar, membuat program pembelajaran, media pembelajaran,

Dari segi edukatif, seperti menguasai materi pelajaran, metode dan teknik pembelajaran

Memiliki kemampuan untuk memilih, menata, dan mengemas materi pelajaran sehingga mudah dicerna oleh santri,

Proses pembelajaran menjadi menarik karena bersifat terarah,

Dilengkapi media pembelajaran yang menarik, disampaikan secara lugas, tidak berbelit-belit, dan banyak melibatkan santri.

Memiliki penguasaan ketrampilan mengajar

  1. Ketrampilan menjelaskan

1. Penjelasan diberikan pada awal, tengah, ataupun akhir pembelajaran
2. Harus relevan dengan tujuan
3. Materi penjelasan harus bermakna
4. Penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan latar belakang santri.

B. Ketrampilan memberi penguatan

1. Ustadz memberikan respon terhadap munculnya tingkah laku santri yang bernilai  positif

2. Diberikan dalam bentuk verbal (kata-kata/pujian), dan non verbal, seperti: gerakan mendekati, mimik dan gerakan badan, sentuhan, dan kegiatan yang menyenangkan santri (audience)

C. Ketrampilan bertanya

1. Pembelajaran dilaksanakan secara timbal balik,

2. Tidak membosankan, dan dapat memantau santrinya.

3. Kualitas pertanyaan ustadz menggambarkan kualitas jawaban santri,

4. Bertanya yang baik, santri tidak merasa seolah-olah sedang diadili.

D. Ketrampilan mengadakan variasi pembelajaran

1. Gaya mengajar
2. Penggunaan media dan bahan pelajaran
3. Pola interaksi dan kegiatan

E. Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran

Kegiatan menutup pelajaran terdiri dari:
1. Membuat rangkuman/ringkasan
2. Melaksanakan evaluasi akhir
3. Memberikan tindak lanjut

F. Ketrampilan mengelola kelas

1. Menciptakan dan mempertahankan situasi kelas yang kondusif dan menyenangkan

2. Segera mengambil tindakan yang positif bila terjadi gangguan selama proses belajar mengajar berlangsung

Memiliki pengetahuan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan

  1. Memahami hakikat pertumbuhan dan perkembangan mereka
  2. memahami karakteristik anak didiknya
  3. santri sebagai manusia mengalami perubahan-perubahan fisik, interaksi sosial, kemampuan mengingat, kemampuan emosional, kemampuan intelektual, kemampuan kognitif, afektif, dan kemampuan psikomotor

Ingatlah bahwa:

Jika santri dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika santri dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika santri dibesarkan dengan kecaman yang negatif, ia belajar mengutuk

Jika santri dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri dan pemalu

Jika santri dibesarkan dengan rasa takut, ia belajar merasa gelisah

Jika santri dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri

Jika santri dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika santri dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika santri dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika santri dibesarkan dengan sebaik-baiknya berlakuan, ia belajar keadilan

Jika santri dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika santri dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya

Jika santri dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Maka tanamkanlah:

Kalau kamu berfikir untuk masa satu tahun, maka tanamlah jagung

Kalau kamu berfikir untuk masa 10 tahun, maka tanamlah pohon

Kalau kamu berfikir untuk masa 100 tahun, maka didiklah anakmu

Kalau kamu berfikir untuk masa 1.000 tahun, maka didiklah anak dengan Al Qur’an

Kalau disana ada 1.000 ustadz, maka sayalah orang yang ke 1.000 itu

Kalau disana ada 100 ustadz, maka sayalah orang yang ke 100 itu

Kalau disana ada 10 ustadz, maka sayalah orang yang ke 10 itu

Kalau disana ada seorang ustadz, itulah saya

Keteladanan itu lebih baik daripada sejuta nasehat. Jika ingin santrinya menjadi sholeh, ustadznya harus sholeh lebih dahulu. Jika ingin santrinya rajin mengaji, tekun shalat dan berakhlak mulia, ustadznya harus lebih dahulu rajin mengaji, tekun shalat dan berakhlak mulia. Tepuk anak sholeh harus benar-benar dilakukan dengan sepenuhnya.


Ustadz Sugani, S. Pd

(Disampaikan pada Siluet Mergangsan Bulan Juli di TPA Al Karim, Karanganyar)

Posted September 11, 2009 by badkomergangsan in Siluet

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: