Berkenalan dengan Al Quran   Leave a comment

Berkenalan dengan Al Qur’an

1. Pengertian AL Qur’an

Al Qur’an menurut bahasa (etimologi) berarti ‘bacaan’, berasal dari kata ‘qo-ro-a” yang artinya ‘membaca’, sedang ‘Al Qur’an’ berarti ‘yang dibaca’. Adapun menurut istilah (terminologi), para ahli menyimpulkan:

a. Kitab yang memuat firman Allah semata. Tidak ada di dalamnya perkataan selain Allah semata.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya (QS. An Nisa’: 82)

b. Kitab yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dengan perantara malaikat Jibril dalam bahasa Arab.

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (QS. Asy Syu’ara: 192-195)

c. Kitab yang diturunkan sebagai pedoman hidup seluruh manusia sampai akhir zaman.

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. (Az Zumar: 41)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Al Anbiya’: 107)

d. Kitab yang membacanya saja termasuk ibadah yang berpahala besar, apalagi mengerti arti dan maknanya. Rasulullah bersabda:

‘Barangsaiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an), maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan: Alif lam miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf’ (HR. At Turmudzi).

2. Bukti Kemukjizatan dan Kebenaran Al Qur’an

Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa yang tiada kuasa manusia membuatnya karena hal itu adalah di luar kesanggupannya. Al Qur’an adalah mukjizat terbesar yang dapat disaksikan manusia sampai sepanjang masa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa AL Qur’an benar-benar datang dari Allah.

Bukti-bukti kemukjizatan Al Qur’an itu antara lain dapat dilihat pada:

a. Fashohah dan balaghohnya, keindahan dan gaya bahasanya yang tidak ada bandingannya. Tantangan Allah agar manusia, baik sendiri maupun bersama untuk membuat satu surat saja semisal Al Qur’an, hingga kini tidak ada yang sanggup menjawabnya.

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (AL Baqarah: 23)

b. Di dalamnya terdapat berita dan janji mengenai masa yang akan datang, yang kemudian terbukti kebenarannya. Misalnya, kabar akan terjadinya perang antara bangsa Rum dengan Persi denagn kemenangan di tanagn bangsa Rum yang sebelumnya mereka kalah.

Telah dikalahkan bangsa Rumawi. di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (Ar Ruum: 2-5).

c. Di dalamnya terdapat fakta-fakta ilmiah yang tidak diketahuimnausia pada waktu itu, namun di belakang hari terbukti kebenarannya. Seperti, tentang kejadian manusia (QS. AL Mukminuun: 12-14), peredaran matahari (QS. Yasin: 38), teori kesatuan alam (QS. Al Anbiya’: 30), kejadian alam (QS. Fushilat: 11), pembagian atom (QS. Yunus: 61), berkurangnya oksigen di angkasa (QS. Al AN’am: 125), terjadinya perkawinan tiap benda (QS. Adz Dzariyat: 49, QS. Asy Syu’ara: 7, dan QS. Yasiin: 36), selimut janin (Qs. Az Zumar: 6), perkawinan dengan lantaran angin (QS. Al Hijr: 22), sel-sel mani (QS. Al ‘Alaq: 1-2), perbedaan sidik jari manusia (QS. Al Qiyamah: 3-4), dan hukum tegangan permukaan air (QS. Al Furqon: 53 dan Qs. Ar Rohman: 18-19).

d. Pembawanya adalah Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sehingga jelaslah bahwa Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah.

e. Terjamin keselamatan dan kemurniannya sepanjang masa. Terbukti dengan banyaknya orang yang bisa menghafalnya, termasuk anak kecil yang tidak tahu bahasa Arab sekalipun.

3. Nama-nama dan Fungsi Al  Qur’an

Al Qur’an diturunkan sevara garis besar berfungsi sebagaimana nama-nama yang telah diberikan kepadanya, yaitu:

a. Al Kitab, karena ia ditulis. Kitab sama dengan maktuub yang berarti yang ditulis. Sejak awal Al Qur’an dicatat oleh para sahabat. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keasliannya. Nama ini member pesan bahwa AL Qur’an wajib ditulis dan dibaca.

b. Al Huda (petunjuk) bagi orang-orang yang beriman. Sesungguhnya petunjuk Allahlah sebenar-benarnya petunjuk.

c. Al Furqan (pembeda) karena ia membedakan antara yang haq denagn yang bathil.

d. Ar Rahmah (rahmat) karena keberadaanya merupakan wujud rahmat Allah bagi umat manusia.

e. An Nur (cahaya) karena ia menerangi jalan hidup manusia agar tidak sesat.

f. Asy Syifa’ (obat) karena ia mengobati penyakit-penyakit dalam hati.

g. Al Haq (kebenaran) karena Al Qur’an benar-benar iturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad.

h. Al Bayan (penjelasan) karena ia menjalaskan berbagai hal.

i. Al Mau’izhah (nasihat) karena isinya merupakan nasihat bagi umat manusia.

j. Adz Dzikr (peringatan) karena berisi peringatan untuk umat manusia akibat pendustaan mereka.

4. Keharusan Mempelajari Al Qur’an

Al Qur’an karena begitu pentingnya maka harus benar-benar dipelajari. Nabi Muhammad gelisah dengan umatnya.

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS Al Furqan: 30)

Umat Islam harus memiliki Al Qur’an, membaca, mengerti isinya, mengamalkannya untuk diri sendiri dan memasyarakatkannya.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS Fathir: 29).

Rasul bersabda:

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mengajarkan Al Qur’an dan mengajarkannya. (HR Bukhari)

Orang yangmahir membaca AL Qur’an, maka nanti akan berkumpul bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan yang masih terbata-bata dalam membaca AL Qur’an, karena masih kesulitan, buat dia dua pahala.(HR Bukhari-Muslim).


Ustadz Drs. H. Mangun Budiyanto

(disampaikan dalam acara Siluet bulan Agustus 2009 di TPA Al Mustaqim)

Posted September 11, 2009 by badkomergangsan in Siluet

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: