Orang Tua sebagai Pendidik Anak   Leave a comment

Selama ini terjadi kesalahkaprahan dalam pendidikan seorang anak. Orang tua melepas anaknya untuk dididik oleh guru ataupun ustadz-ustadzah, tanpa ada pendidikan di rumah. Padahal orang tuanyalah yang sebenarnya mendapatkan peranan yang tertinggi dalam pendidikan anak. Guru ataupun ustadz-ustadzah hanya bertemu dengan murid atau santrinya selama beberapa jam saja. Khususnya di TPA jika selama seminggu hanya masuk tiga kali, dengan persentase satu hingga dua jam, berarti ustadz-ustadzah hanya bisa mendidik santrinya maksimal enam jam seminggu. Jauh berbeda dengan persentase pertemuan anak dengan orang tuanya yang hidup satu rumah.

Sehingga orang tualah yang paling bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya, walaupun si anak sudah belajar di sekolah ataupun TPA jangan sampai orang tua melepaskan begitu saja. Kesalahkaprahan ini sering terjadi contohnya ada orang tua yang lebih sering keluar rumah untuk bekerja dan jarang bertemu anak-anaknya. Mereka berangkat kerja sebelum anaknya bangun dan pulang setelah anaknya tidur, dengan alasan bahwa semua untuk anak, padahal hal utama bagi anak adalah pendidikan langsung dari orang tuanya. Maka banyak terjadi anak broken home.

Pendidikan bagi anak bisa dilakukan bergantian antara ayah dan ibunya. Walaupun ibu lebih dekat dan berperan, karena anak lebih menyukai pangkuan, bau keringat dan tiupan dari ibunya. Dalam hal ini pendidikan dilakukan dengan kondisi atau lingkungan yang mendukung dan kondusif dari hal-hal yang terdekat yaitu orang tuanya. Orang tua dapat memberikan contoh yang baik, karena anak-anak laksana mesin fotokopi yang mengkopi segala hal. Dan pada prinsipnya tidak ada anak nakal.

Pendidikan utama dari orang tua begitu penting, apalagi pada zaman sekarang ini yang arus pemurtadan begitu gencar. Ada perusakan secara umum terhadap Islam dengan semangat menabrak aturan-aturan atau liberal bahkan di Komnas Perlindungan Anak sendiri.

Ust. Ir. Rosyid

(disampaikan dalam Siluet bulan Februari di TPA Sholihin, Karangkajen)

Posted Maret 3, 2010 by badkomergangsan in Siluet

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: