Mengajar Anak dengan Indah   5 comments

Dunia anak-anak adalah dunia permainan yang penuh dengan tawa, canda dan hal-halyang menyenangkan. Untuk itu dalam mengajar anak-anak TPA haruslah dengan cara menyenangkan, indah karena anak-anak menyukai sesuatu yang menyenangkan, tidak bosan dan indah. Misalnya dengan tepuk-tepuk, nyanyian, cerita dan permainan. Dalam mengajar doa harian pun diusahakan dengan cara yang menyenangkan, misalnya dikenalkan doa dengan irama Nahwn, Ross dan Hijjaz.
Indah dalam pengajaran bisa juga dimulai dari busana atau pakaian. Seorang ustadz-ustadzah haruslah memakai pakaian yang rapi, pantas, indah dan wangi. Jangan memakai pakaian kaos, pakaian yang bau atau usang dan berantakan. Bisa memakai baju batik, baju muslim dan berkopyah atau berjilbab. Bercelana pantas atau bersarung. Jangan memakai training atau jeans. Karena pakaian yang dikenakan oleh orang bisa mewakili sikap orang tersebut.
Jangan lupa untuk selalu melakukan prinsip 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun). Berikan santri-santri kita senyuman yang manis. Santri akan merasa dekat dan disayangi. Ditambah dengan sapaan yang baik, menanyakan kabar atau keadaan. Hal-hal di sekolah dan lain sebagainya. Santri-santri akan merasa diperhatikan. Salamilah santri dengan ucapan ‘assalamualaikum’ yang berarti kita mendoakan mereka. Sambil menjabat tangan mereka dan memegang pundak dan mengelus kepala mereka. Serta bersikap sopan serta santun dengan perkataan dan perbuatan baik. Kita sebagai contoh bagi mereka. Berilah mereka contoh yang baik, karena anak-anak mudah sekali meniru apa yang ada di dekat mereka.
Ust. Farid Ishak
(disampaikan dalam Siluet bulan Mei di TPA Timuran, Timuran)

Posted Mei 31, 2010 by badkomergangsan in Siluet

Tagged with

5 responses to “Mengajar Anak dengan Indah

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wah, repot ‘kali. Udah cape2 abis peras keringat, langsung kudu dandan rapi, maksa-maksa pasang senyum lagi.. Pdhl, pikiran ini kan msh suntuk..! Belum lagi entar ngadepin anak2 bandel di kelas. Padahal, enakan liat tipi sambil bermalas-malas sambil minum kopi panas.. huhh!

    Nah! Itulah istimewanya ustadz TPA.. Memandang santri serasa berwisata, bermainnya mengobat duka, mengajar mereka menjadi investasi surga.

    Itu adalah realita, bukan panggung drama semata.
    Emang keree..n Ustadz TPA!
    Baarokalloohu fiikum.

  2. aslkum.,

    slm kenal.,

    benar itu.,

    anak2 tu lbih ska permainan.,

    tp,kbnyakan pengajarnya yg blom bsa mengkondisikan itu. shingga anak2 mnjdi tdak terkuasai.,

    mmg menjadi seorang pengajar TPA itu susah tpi dstulah tantanganya krn bisa byk bljar.

    smoga bisa lbih sabar…soalnya saya sndri akhir2 ni jarang mengajar krn tau anak2 TPAy bandel2…mgkin cara sya u mengajarkan anak2 TPA blom dpat.,

    trima kasih saranya..smoga bsa dipraktekkan..^_^

    wslm.

  3. artikel yg membantu. syukron…

  4. Ya Allah, akhir2 ini generasi anak2 sangat susah untuk diajak TPA.. punya tips tidk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: